Jumat, 15 November 2013

Membuat Segitiga

pada Software Geogebra

1.     Buka Geogebra


2.    Untuk menghilangkan garis koordinat dan kotak-kotak pada layar , klik view kemudian klik axes dan klik gold.


Kemudian munculah gambar kosong seperti ini,


3.    Untuk membuat garis segitiga, klik segment between two points.


4.    Kemudian buatlah garis segitiga sembarang, seperti pada gambar dibawah ini.


5.    Membuat sudut, Cara membuat sudut klik angle .


Cara mebuat sudut harus searah dengan jarum jam. Seperti pada gambar dibawah ini.



6.    Membuat garis bagi
Klik angle bisector


Kemudian,



7.    Membuat garis tinggi
Klik perpendicular line


Lalu,


8.    Membuat garis berat segitiga
Klik midpoint center


Kemudian,


9.    Garis sumbu
Klik perpendicular bisector




10.  Membuat lingkaran luar segitiga
Dengan titik sumbu kita dapat membuat lingkaran  garis dengan mengklik circle with center throught.


Kemudian,


11.  Membuat lingkaran dalam segitiga




Senin, 30 September 2013

Pemanfaatan Komputer Dalam Pembelajaran Matematika

Pengantar
       Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Sampai saat ini, menurut TofFler, perkembangan tersebut telah mencapai gelombang yang ketiga. Gelombang pertama timbul dalam bentuk teknologi pertanian, dimana era pertanian ini telah berlangsung selama ratusan ribu tahun yang lalu bahkan sampai sekarang. Gelombang kedua timbul dalam bentuk teknologi industri, era industri ini telah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Kini, gelombang ketiga yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi elektronika dan informatika. Perubahan dari era industri ke era informasi (global) ini hanya berlangsung dalam hitungan waktu tidak lebih dari setengah abad (Dryden dan Voss, 1999).
        Dalam sektor pendidikan misalnya, pemanfaatan  komputer sudah berkembang tidak hanya sebagai alat  yang hanya  dipergunakan untuk urusan keadministrasian saja, melainkan juga  dimungkinkan untuk digunakan sebagai salah satu alternatif dalam  pemilihan media pembelajaran. Sebagai contoh, dengan adanya komputer  multimedia yang mana mampu menampilkan gambar maupun teks yang  diam dan bergerak (animasi) serta bersuara sudah saatnya untuk dapat  dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan media pembelajaran yang  efektif. Hal semacam ini perlu ditanggapi secara positif oleh para guru  sehingga komputer dapat menjadi salah satu media yang dapat membantu  dalam mengoptimalkan pembelajaran.
         Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk susuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi teknologi informasi dan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi riil, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan nantinya berfungsi sebagai gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur pendidikan.
        Sebagai media, salah satu manfaat komputer bagi guru adalah dapat dipergunakan sebagai alat bantu dalam menyiapkan bahan ajar Pemanfaatan Komputer dalam Pembelajaran – Adi Wijaya – P4TK Matematika 2 maupun dalam proses pembelajarannya sendiri. Oleh karena, itu sudah semestinya para guru salah satunya guru matematika mengetahui manfaat  tersebut bahkan tergerak untuk menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, data di lapangan (tahun 2004/2005)  yang pernah penulis peroleh menunjukkan bahwa belum banyak para guru yang memanfaatkannya/menggunakannya. Dari 118 responden  (peserta diklat) guru matematika SMK di Indonesia, yang menyatakan sudah  dapat mengoperasikan komputer baru sekitar 51%. Hal ini menunjukkan bahwa baru sekitar separoh guru matematika SMK tersebut yang dapat mengoperasikan komputer. Sedangkan program komputer yang sudah dikuasai di antaranya Microsoft Word (48%), Microsoft Word untuk pengetikan simbol-simbol matematika (30%), Microsoft Word untuk pengetikan bangun-bangun geometri (15%), Microsoft  Excel (43%), Microsoft PowerPoint (19%), Microsoft FrontPage (3%), dan Internet (39%). Kalau dihubungkan dengan fasilitas komputer  maupun laboratorium komputer yang dimiliki oleh sekolah untuk jenjang SMK, kondisi seperti ini sepertinya agak ironis mengingat hampir semua sekolah jenjang SMK sudah dilengkapi dengan fasilitas komputer/laboratorium komputer.dan Internet (14%).

Pemanfaatan TIK untuk Pendidikan
      Ada berbagai tren yang berkembang dalam pemanfaatan TIK khususnya dalam konteks sekolah, tentunya dengan memperhatikan ketersediaan dan kemudahan akses sumber belajar online. Berikut ini adalah tren yang berkembang sebagaimana disarikan dari artikel Newer Technologies for the Learning Society (C.Villanueva, 2000).
  1. Secara umum, pengintegrasian secara penuh TIK kedalam pendidikan masih sangat terbatas. Multimedia interaktif atau hypermedia belumlah dimanfaatkan secara meluas. Aktivitas Online melibatkan internet dan intranet lebih banyak digunakan untuk keperluan komunikasi daripada sarana pendidikan interaktif.
  2. Model pembelajaran campuran yang baru mulai muncul. Pembelajaran tatap muka dan aktivitas belajar online, video, multimedia dan sarana telekomunikasi menunjang berbagai proses pembelajaran, kadangkala dalam bentuk kombinasi dan kadangkala dalam bentuk yang lebih terintegrasi.
  3. Pendidikan jarak jauh sekarang disajikan dalam dua cara yaitu synchronous mode di mana peserta menggunakan TIK untuk berkomunikasi pada waktu yang bersamaan dan asynchronous mode di mana para peserta belajar atau berkomunikasi secara mandiri pada waktu yang berbeda kapan saja mereka online (anytime-anywhere learning). Dalam kenyataannya pertemuan tatap muka atau interakasi (synchronous) masih diperlukan untuk menunjang belajar mandiri dan asynchronous agar belajar dapat lebih efektif. TIK memfasilitasi interaksi tingkat tinggi antara siswa, guru, dan materi pembelajaran berbasis komputer. Komunikasi dapat dinamis dan bervariasi sesuai keinginan siswa dan guru, dan ia dapat terjadi dalam berbagai bentuk seperti e-mail, mailing list, chat, bulletin board, and konferensi komputer.
  4. TIK sudah menjadi suatu daya penggerak perubahan bidang pendidikan dan mereka adalah suatu bagian integratif dari kebijakan dan rencana pendidikan nasional. Bukti yang berkembang menunjukkan semakin banyak negara yang mulai melengkapi sekolah mereka dengan komputer untuk mencapai reformasi sekolah atau usaha peningkatan sekolah atau bahkan untuk memberi sekolah mereka suatu penampilan modern dan bertenologi. Bagaimanapun, dalam posisi ini banyak pendidik yang melihat teknologi online sebagai suatu jalan untuk pengajaran, pelajaran, dan praktek penguasaan baru, hanya mempunyai sedikit informasi tentang potensi dan penggunaan otentik dari ICT dalam pendidikan. Pengalaman menunjukkan bahwa pengenalan tentang teknologi di sekolah mengalami tiga fasa, yakni suatu tahap penggantian di mana praktek tradisional masih terjadi tetapi teknologi baru digunakan; suatu tahap transisi di mana praktek baru mulai muncul dan praktek lama dipertanyakan; dan suatu tahap transformasi di mana teknologi memungkinkan praktek baru dan praktek lama menjadi usang. Jika pendidik meminta dengan tegas atas penggunapan TIK sebagai pengganti praktek yang ada, mereka tidak dapat berperan untuk memecahkan permasalahan di bidang pendidikan yang saat ini mereka temui.
  5. Pengenalan TIK di sekolah telah membawa suatu sikap yang lebih positif terhadap sekolah pada diri siswa. Karena TKI dan belajar berbasis web menawarkan keaneka ragaman yang lebih besar dari tujuan, proyek, aktivitas, dan latihan dalam pembelajaran dibanding kelas tradisional, minat dan motivasi siswapun meningkat secara nyata. Para guru dan siswa terangsang karena pengajaran menjadi lebih dinamis yang memperluas visi mereka seperti halnya akses ke bahan belajar dan perangkat lunak bidang pendidikan yang bermutu tinggi. Lebih dari itu, para guru kelihatannya termotivasi untuk mengajar dengan lebih kreatif. Portal pembelajaran menghubungkan para guru kepada sejumlah racangan pelajaran, panduan guru, dan soal-soal latihan siswa yang ditempatkan di Internet oleh institusi pemerintah, LSM, dan institusi pendidikan.
  6. Kelas online cenderung untuk menjadi lebih sukses jika TIK dikombinasikan dengan suatu ilmu pendidikan yang tepat. Gelanggang pendidikan dari pembelajaran online masih sangat muda. Saat banyak institusi yang menawarkan kursus online, pemahaman mendalam tentang isu pedagogis yang berhubungan dengan pendidikan online masih belum diselidiki secara mendalam. Banyak kursus online yang hanya halaman web dikombinasikan dengan e-mail dan ruangan chatting tanpa landasan pedagogis. Pengalaman-pengalaman sukses menunjukkan bahwa telah ada suatu penurunan dari aktivitas dipandu guru seperti halnya penurunan jumlah pembelajaran tatap muka dan bergerak ke arah aktivitas yang berbentuk proyek dan pembelajaran mandiri sebagai hasil pemanfaatan TIK.
  7. Pembelajaran online memungkinkan siswa mempunyai kendali lebih besar terhadap kegiatan dan isi pembelajaran. Lingkungan online mennempatkan siswa di tengah-tengah pengalaman belajar. Pada pembelajaran tradisional, pengulangan digunakan berkali-kali dengan memperkenalkan informasi yang sangat serupa dalam format berbeda atau dengan menanyakan pertanyaan yang sama dengan cara yang berbeda. Padahal banyak siswa tidak suka latihan yang berulang-ulang. Internet mendorong siswa untuk menggali informasi dan contoh praktis. Hypermedia dan multimedia memudahkan pendekatan yang belum pernah terjadi pada pembelajaran tradisional. Internet mempromosikan suatu alternatif jenis belajar dengan melakukan (learning by doing) di manapara siswa diminta untuk melakukan proyek yang berhubungan dengan situasi hidup nyata. Teknologi menyampaikan informasi dengan penekanan pada penciptaan dan explorasi aktif terhadap pengetahuan dibandingkan transfer informasi searah, yang memungkinkan siswa tersebut untuk menggunakan secara penuh kemampuan kognitif mereka sendiri.
  8. Corak interaktif sumber belajar memungkinkan siswa untuk terus meningkatkan keterlibatannya dengan pengembangan isi dan dengan demikian berperan dalam suatu situasi belajar yang lebih otentik. Sebagai contoh, para siswa dapat mengakses perpustakaan maya di seluruh dunia. Dengan demikian mereka mempunyai akses ke sejumlah besar informasi dan sumber belajar yang luas yang tidak dapat dicapai dalam seting pembelajaran yang tunggal. Sejauh yang terkait dengan guru, sejumlah besar sumber belajar yang diletakkan di Internet telah membantu guru dalam menghadapi tantangan mengajar sehari-hari. Para guru dapat saling betukar rencangan pembelajaran, teknik pedagogis, dan strategi yang berhubungan dengan isu-isu dan permasalahan umum.
  9. Pembelajaran online menyediakan perkakas teknis yang membuat belajar lebih mudah. Sebagai contoh, bahasa yang digunakan untuk mencari informasi dan bahan belajar adalah segera dan intuitif. Bahasa tersebut tidaklah harus dipelajari oleh pemakai dan dapat diadopsi dengan usaha minimal. Tatabahasa Dan sintaksis dasar dapat digunakan sebagai instrumen untuk mencari dan memperoleh informasi. Pengintegrasian komunikasi dan authoring tools, bersama dengan alat penghubung click­to-connect telah berhasil dengan mantap mempermudah proses mengecek email, mengakses data, dan pengaturan atas koneksi konferensi komputer. Teknologi simulasi tau visualisasi dapat membantu siswa untuk belajar sistem yang kompleks dengan cara yang lebih kongkrit. Komunikasi percakapan berbasis komputer (Computer Mediated Chatting = CMC) dan bulletin board dapat melengkapi pertemuan tatap muka.
  10. Pendidikan dan pelatihan guru sekarang meliputi pembelajaran kolaboratif dan just-in­time. TIK membuka suatu dunia yang utuh dari belajar sepanjang hayat melalui pendidikan jarakjauh, pembelajaran asynchronous, dan pelatihan atas permintaan. TIK cukup fleksibel untuk memperkenalkan kursus baru sebagai jawaban langsung atas permintaan yang semakin meningkat.
  11. TIK membantu memecahkan isolasi profesional yang banyak diderita para guru. Dengan TIK, mereka dapat dengan mudah berhubungan dengan para profesional lain, rekan kerja, penasihat, universitas dan pusat keahlian, dan dengan sumber belajar. Para guru kini menerbitkan bahan belajar yang mereka kembangkan di Internet dan berbagi pengalaman mengajar mereka dengan guru lainnya.
  12. Penggunaan jaringan komputer untuk mempromosikan aktivitas belajar berkelompok menjadi semakin lebih populer. Teknologi komputer dalam pendidikan bergerak dari belajar mandiri ke metode belajar jarak jauh berkelompok. Dengan menggunaan perangkat komunikasi berbasis komputer dan kelompok belajar berbasis web, siswa dapat menerapkan pengetahuan yang dimiliknya dengan mengkombinasikan usaha mereka untuk mengembangkan suatu aktivitas atau proyek. Belajar koperatif melalui komputer mempunyai efek positif atas kinerja tugas kelompok, prestasi individu, dan sikap terhadap belajar kolaboratif.
  13. Universitas sedang memasuki fase kemitraan dengan sektor swasta, terutama sekali industri teknologi informasi, dalam rangka membantu menjaga kelangsungan hidup operasi dan keuangan dari program pendidikan berbasis TIK. Semakin banyak sekolah menyadari bahwa berhubungan dengan sektor bisnis tidak akan mengancam sistem persekolahan. Yang lain melihat suatu keuntungan dalam capitalising atas produk dan jasa pendidikan mereka. Persekutuan belajar di penyampaian produk dapat menawarkan berbagai manfaat, seperti pengurangan biaya-biaya pengembangan latihan, berbagi biaya-biaya penelitian dan pengembangan yang bersama, atau berbagi database dan isi perpustakaan.
  14. TIK meningkatkan fungsi perpustakaan dan mengubah peran pustakawan secara hakiki. Sekolah tidak perlu melanjutkan penderitaan atas kelangkaan pendukung perpustakaan dengan memanfaatkan sumber belajar yang kaya yang tersedia di Internet.
Beberapa Contoh Penggunaan Program Komputer untuk Membantu Penyiapan Bahan Ajar Matematika.
 Program-program Aplikasi Microsoft Office
1. Microsoft Word
        Merupakan salah satu program pengolah kata yang dapat digunakan untuk membantu penyiapan/pembuatan naskah bahan pelajaran (modul) termasuk pembuatan lembar kerja siswa (LKS) atapun soal-soal latihan/tes untuk siswa. Dengan menggunakan fasilitas symbol, equation editor, dan drawing pada Microsoft Word dapat digunakan untuk mengetik naskah-naskah yang memakai simbol-simbol matematika maupun bangun-bangun ruang yang memerlukan suatu arsiran seperti pada gambar 6 berikut:


2. Microsoft Excel
Dengan menggunakan fasilitas grafik pada Microsoft Excel dapat digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan investigasi (penyelidikan) terhadap suatu kasus tertentu seperti untuk menentukan arah kecondongan garis (gradien), menentukan kedudukan dua buah garis (berpotongan atau sejajar), ataupun untuk menentukan bentuk grafik persamaan kuadrat (terbuka ke atas atau ke bawah). Contoh penggunaan spreadsheet di atas dapat dilihat seperti pada gambar 8 berikut:


    Gambar 8: Contoh tampilan model pembelajaran matematika menggunakan program Microsoft   Excel.
3. Microsoft PowerPoint
Microsoft PowerPoint merupakan salah satu program aplikasi komputer yang banyak digunakan sebagai media untuk  presentasi. Dengan mengoptimalkan fasilitas-fasilitas yang ada  seperti fasilitas animasi, suara, maupun hyperlink, program ini dapat dipergunakan untuk menyajikan suatu bahan pelajaran yang menarik bagi siswa.  Bagong Gung Haryanto, guru matematika SMPN 20 Malang mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya mengajar matematika dengan menggunakan media komputer (program Microsoft PowerPoint) respon siswanya sangat positif, para siswanya merasa senang dan atusiasnya sangat bagus. Sehingga Bapak Bagong mencobakan pelajaran matematika setiap satu minggunya 2 jam pelajaran dengan
menggunakan media komputer (Kompas, 2004).  Contoh penggunaan program aplikasi Ms PowerPoint ini adalah model pembelajaran untuk menjelaskan cara melukis irisan bidang (gambar 9).  

 Kesimpulan
  Dengan perkembangan kemajuan teknologi komputer saat ini, sudah semestinya di sekolah komputer tidak hanya dipergunakan untuk membantu dalam bidang administrasi saja namun dapat juga untuk membantu dalam bidang instruksional, khususnya sebagai media pembelajaran. Dalam kaitannya pemanfaatan komputer  sebagai media pembelajaran, sebaiknya lebih menitikberatkan pada  penggunaan program-program komputer yang dapat digunakan untuk mendukung/ membantu tercapainya tujuan pembelajaran secara lebih optimal. Dalam kaitannya dengan aplikasi komputer di bidang instruksional (pembelajaran), Taylor membagi menjadi tiga katagori yaitu komputer sebagai tutor, tool, dan tutee. Sedangkan dalan katagori tutor sendiri dibagi lagi menjadi empat subkatagori yaitu sebagai drill and practice (latihan); tutorial; simulasi; permainan dan pemecahan masalah.
   Saat ini untuk mendapatkan software-software pembelajaran matematika sudah tidak sulit lagi. Hal ini dikarenakan sudah banyak pihak (produsen) yang mencoba membuat software pembelajaran matematika berbantuan komputer.
Saran
  Sehubungan dengan tuntutan perkembangan jaman, khususnya dalam era teknologi informasi ini, sudah semestinya sebagai pendidik untuk dapat ikut menikmati/memanfaatkan kemajuan teknologi komputer yang ada. Sepertinya sangat disayangkan jika kita tidak dapat memanfaatkan beberapa keuntungan/kelebihan yang dimiliki oleh adanya perkembangan teknologi informasi ini, khususnya dengan memanfaatkan komputer sebagai salah satu alternatif pemilihan media pembelajaran matematika.   

Link:
http://pasca.tp.ac.id/site/pemanfaatan-multi-media-untuk-meningkatkan-kualitas-pendidikan